tambang penilaian risiko peledakan
# Penilaian Risiko Peledakan di Tambang
## Perkenalan
Operasi peledakan di tambang sangat penting untuk fragmentasi dan penggalian batuan, namun menimbulkan risiko yang signifikan bagi pekerja, Peralatan, dan masyarakat sekitar. Penilaian risiko peledakan yang komprehensif sangat penting untuk mengidentifikasi bahaya, mengevaluasi konsekuensi potensial, dan menerapkan langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan kecelakaan dan dampak lingkungan.
---
## Bahaya Utama dalam Peledakan Tambang
1. Flyrock – Proyektil yang terlontar keluar dari zona ledakan karena beban/jarak yang tidak tepat atau muatan yang berlebihan.
2. Getaran Tanah – Dapat merusak struktur dan infrastruktur di sekitarnya.
3. Tekanan Berlebihan Ledakan Udara – Gelombang tekanan tiba-tiba yang dapat memecahkan jendela atau menyebabkan kerusakan pendengaran.
4. debu & Asap Beracun – Bahaya penghirupan dari produk sampingan yang mudah meledak (MISALNYA., NOx, BERSAMA).
5. Salah tembak & Detonasi Tertunda – Bahan peledak yang belum meledak menimbulkan bahaya pasca ledakan.
6. Ketidakstabilan Lereng – Runtuhan batu atau tanah longsor akibat ledakan yang berdampak pada personel dan mesin.
---
## Langkah-Langkah Penilaian Risiko Peledakan
1. Identifikasi bahaya
- Tinjau parameter desain ledakan (diameter lubang, kedalaman, Jarak, berasal).
- Menilai kondisi geologi (jenis batu, patah tulang, air tanah).
- Identifikasi area sensitif terdekat (zona pemukiman, habitat satwa liar).
2. Evaluasi Risiko
- Perkirakan kemungkinan dan tingkat keparahan setiap bahaya dengan menggunakan metode kualitatif/kuantitatif (MISALNYA., matriks risiko).
- Pertimbangkan data historis ledakan dan laporan insiden dari lokasi serupa. .jpg)
3. Implementasi Tindakan Pengendalian
- Kontrol Teknik: Optimalkan desain ledakan menggunakan perangkat lunak pemodelan (MISALNYA., ShotPlus™ atau BlastLogic®). Menerapkan teknik stemming untuk mengurangi flyrock.
- Kontrol Administratif: Tetapkan zona eksklusi (>500M), menegakkan protokol waktu ledakan, dan melakukan inspeksi pra-ledakan.
- APD & Pelatihan: Pastikan pekerja memakai helm, pelindung telinga, dan pakaian dengan visibilitas tinggi; menyediakan program pelatihan blaster bersertifikat (MISALNYA., standar ISEE). .jpg)
4. Pemantauan & Tinjauan
- Gunakan seismograf/pemantau getaran untuk melacak kepatuhan gerakan tanah terhadap batas peraturan (MISALNYA., USBM RI 8507 standar).
- Melakukan inspeksi pasca ledakan untuk mengetahui adanya misfire atau kerusakan lingkungan.
---
## Kepatuhan terhadap Peraturan & Praktik Terbaik
Tambang harus mematuhi peraturan setempat seperti:
- OSHA
