tambang batu calcutta india di mana

Februari 20, 2026

Penambangan Batu di Kalkuta, India: Sebuah Ikhtisar

Wilayah sekitar Kalkuta (sekarang resmi Kolkata), di negara bagian Benggala Barat, India, tidak memiliki tambang batu keras besar di dalam batas kota karena lokasinya di dataran aluvial Delta Gangga. Namun, kegiatan penggalian batu yang signifikan terkonsentrasi di distrik sekitarnya, khususnya di ke bank, Purulia, dan sebagian Paschim Bardhaman, yang berfungsi sebagai sumber utama batu untuk kebutuhan konstruksi dan infrastruktur besar-besaran di Kolkata. Tambang-tambang ini terutama mengekstraksi Granit Gneiss, basal, dan laterit, yang penting untuk bahan bangunan, logam jalan, dan agregat beton. Industri ini merupakan penggerak perekonomian yang penting namun juga mendapat perhatian mendalam atas dampak lingkungan dan sosialnya.

Kawasan Tambang Utama di Sekitar Kolkata dan Outputnya

Tabel berikut membandingkan dua zona tambang utama yang memasok wilayah metropolitan Kolkata:

Fitur Pinggiran Dataran Tinggi Chhota Nagpur (Purulia & ke bank) Sabuk Laterit (Bagian dari Benggala Barat Daya)
Jenis Batuan Primer Granit Gneiss, basal (metamorf & berapi) Laterit (Sedimen/Residu)
Kegunaan Utama Batu konstruksi berkualitas tinggi, agregat hancur untuk beton, Pemberat kereta api. Blok bangunan untuk struktur bertingkat rendah, material sub-base jalan.
Metode Ekstraksi Terutama pengeboran dan peledakan di tambang skala besar. Seringkali penggalian terbuka dengan mesin.
Masalah lingkungan degradasi lahan, Polusi debu, getaran akibat peledakan, dampaknya terhadap permukaan air setempat. Penghapusan tanah lapisan atas, perubahan lanskap, Timbulan Sampah.

Studi Kasus Tantangan Operasional dan Solusi Berkelanjutantambang batu calcutta india di mana

Tantangan besar bagi pertambangan di wilayah ini adalah pengelolaan slurry – limbah berpartikel halus yang dihasilkan selama pemotongan dan pengolahan batu.. Lumpur yang tidak dikelola menyebabkan ketidaksuburan lahan dan pencemaran air.tambang batu calcutta india di mana

  • Studi Kasus Dunia Nyata – ACC Limited (Semen Ambuja): Di tambangnya di Benggala Barat terkait dengan produksi semen, ACC menerapkan a Nol Debit Cairan (ZLD) sistem untuk pengelolaan bubur. Prosesnya melibatkan:
    1. Mengumpulkan air lumpur di kolam pengendapan.
    2. Menggunakan filter mekanis dan sentrifugal untuk memisahkan partikel padat.
    3. Mendaur ulang air yang telah dibersihkan kembali ke dalam proses pemotongan.
    4. Mengompresi padatan yang diekstraksi menjadi lempengan seperti kue yang dapat digunakan untuk penimbunan atau bahkan pembuatan batu bata.
      Sistem loop tertutup ini secara signifikan mengurangi konsumsi air tawar dan mencegah air limbah yang tercemar memasuki ekosistem, menetapkan tolok ukur bagi industri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Mengapa tidak ada tambang batu di kota Kolkata?
Kolkata terletak di tanah aluvial lunak di delta Gangga-Brahmaputra, yang ideal untuk pertanian tetapi tidak memiliki batuan dasar di dekat permukaan yang cocok untuk penggalian. Formasi batuan keras ditemukan kira-kira 100-200 kilometer ke barat pada formasi geologi tua di pinggiran Dataran Tinggi Chhota Nagpur.

2. Batuan apa yang paling umum diekstraksi untuk konstruksi di Kolkata?
Granit gneiss yang dihancurkan adalah agregat yang paling umum digunakan dalam beton dan sebagai bahan dasar jalan di proyek infrastruktur besar Kolkata. Itu dihargai karena kekuatan dan daya tahannya.

3. Apa peraturan utama yang mengatur pertambangan ini?
Tambang diatur berdasarkan beberapa undang-undang: Itu Tambang dan Mineral (Perkembangan & Peraturan) Bertindak, 1957, untuk disewakan; Itu Penilaian Dampak Lingkungan (AMDAL) Pemberitahuan, 2006, yang mengamanatkan izin untuk tambang besar; dan peraturan ketenagakerjaan dan keselamatan tingkat negara bagian yang ditegakkan oleh Direktorat Pertambangan & Mineral.

4. Bagaimana penambangan mempengaruhi masyarakat lokal?
Dampaknya beragam. Hal ini menyediakan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi lokal yang penting, namun juga dapat menimbulkan permasalahan seperti sengketa pembebasan lahan, gangguan kesehatan akibat polusi debu (Silikosis), kebisingan akibat ledakan mengganggu kehidupan sehari-hari.

5. Apakah ada struktur batu bersejarah atau terkenal dari tambang ini?
Meski tidak setenar batu India lainnya seperti marmer Makrana,granit dari tambang Bengal telah digunakan secara luas pada bangunan era kolonial di seluruh Kolkata untuk pondasi dan permukaan,dan landmark modern seperti jembatan dan jalan layang. Yang khas"abu-abu"warna merupakan ciri khas sebagian besar bahan konstruksi di wilayah tersebut

Kaitkan Berita
Ada apa
Kontak
ATAS