klakulasi area layar bergetar

Oktober 16, 2025

Panduan Definitif Menghitung Area Layar Bergetar untuk Performa Optimal

Dalam dunia pengolahan material curah, dari pertambangan dan agregat hingga makanan dan obat-obatan, layar bergetar adalah pekerja keras. Fungsi utamanya sederhana: untuk memisahkan bahan berdasarkan ukurannya. Namun, rekayasa di balik pencapaian hal ini secara efisien dan hemat biaya bukanlah hal yang sederhana. Inti dari setiap operasi penyaringan yang sukses terletak pada perhitungan kritis: menentukan area layar yang benar.

Layar yang terlalu kecil akan menyebabkan kebutaan dini, throughput berkurang, dan kualitas produk yang buruk karena partikel berukuran kecil tidak dapat dihilangkan secara efektif. Layar yang terlalu besar, sambil memecahkan masalah kapasitas, mewakili belanja modal yang signifikan dan tidak perlu, mengkonsumsi lebih banyak daya, dan memakan ruang lantai yang berharga.

Panduan ini mendalami prinsip dasar dan langkah praktis untuk menghitung secara akurat area layar getar yang diperlukan untuk aplikasi Anda.

1. Prinsip Inti: Rumus Dasar

Paling sederhana, luas layar yang dibutuhkan dapat dinyatakan dengan rumus dasar:

SEBUAH = (Q / (C F M L P.O))

Di mana:
A = Area Layar yang Diperlukan (dalam meter persegi atau kaki persegi)
Q = Kecepatan Umpan ke Layar (dalam ton per jam atau ton per jam)

Faktor lainnya adalah pengganda koreksi yang memperhitungkan kondisi spesifik aplikasi Anda. Memahami masing-masing variabel ini adalah kunci perhitungan yang akurat.

2. Mendekonstruksi Variabel: Faktor Dunia Nyata

Mari kita uraikan setiap komponen rumus di luar simbolnya.

A) C - Kapasitas Dasar
Ini bukan angka tunggal melainkan nilai dasar yang ditemukan di tabel pabrikan. Ini mewakili throughput (dalam ton per jam per kaki persegi atau TPH/m²) untuk bahan standar—biasanya bergradasi baik, batu pecah kering—dalam kondisi ideal dengan 100% efisiensi (sebuah konsep teoretis). Nilai ini sangat bervariasi berdasarkan:
Ukuran Pembukaan Layar: Lubang yang lebih kecil mempunyai kapasitas dasar yang lebih rendah karena lebih sulit bagi partikel untuk menemukan dan melewati lubang tersebut.
Berat Bahan: Bahan yang lebih berat (seperti bijih besi) memiliki kapasitas dasar yang lebih tinggi berdasarkan beratnya dibandingkan bahan yang lebih ringan (seperti serpihan kayu) untuk aliran volumetrik yang sama.

B) F - Faktor Kebesaran
Bahan pakannya tidak seragam. Faktor ini menjelaskan volume material yang tidak melewati dek layar namun harus melewatinya untuk dibuang. Umpan dengan 40% bahan yang terlalu besar akan berperilaku sangat berbeda dari bahan yang hanya memiliki ukuran tertentu 10% kebesaran. Persentase ukuran yang terlalu besar akan mengurangi area penyaringan yang efektif sehingga memerlukan dek yang lebih besar.

C) M - Faktor untuk Kelas Menengah
Middlings adalah partikel yang mendekati ukuran bukaan layar. ini "berukuran hampir" partikel adalah yang paling sulit dipisahkan karena dapat dengan mudah menyumbat lubang atau "pasak" di dalamnya tanpa melewatinya. Banyaknya orang menengah (MISALNYA., lebih dari 20% dari umpan yang ada di dalamnya 10% dari ukuran bukaan layar) secara signifikan mengurangi efisiensi dan memerlukan area layar yang lebih besar atau jenis dek khusus.

D) L - Faktor Lokasi Dek
Di layar multi-dek, setiap dek bawah beroperasi dalam kondisi yang berbeda.
Dek atas menangani muatan umpan penuh tetapi biasanya memiliki bukaan yang besar.
Dek bawah menerima material yang telah melewati dek atas. Sementara bebannya berkurang, ia juga menangani material yang lebih halus dengan bukaan yang lebih kecil dan seringkali memiliki stratifikasi yang lebih sedikit (proses di mana partikel-partikel halus mengendap di dasar). Karena itu, setiap dek bawah berturut-turut biasanya diberi faktor efisiensi yang lebih rendah.

E) P - Faktor Bentuk Partikel
Tidak semua partikel berbentuk kubik. Butir pasir yang berbentuk bulat akan disaring lebih efisien daripada butiran pasir yang tajam, mika terkelupas atau potongan serat kayu memanjang. Partikel yang bentuknya tidak beraturan lebih sulit melewati lubang dan dapat menyebabkan kebutaan lebih mudah.

F) HAI - Faktor Penerapan Lainnya
Ini adalah kategori umum untuk kondisi lingkungan dan operasional.
Kandungan Kelembapan & Tanah Liat: Bahkan sedikit kelembapan atau tanah liat yang lengket dapat mengikat partikel-partikel halus menjadi satu, secara dramatis mengurangi efisiensi penyaringan.
Gerakan Layar: Apakah itu gerakan melingkar? Sebuah pukulan linier? Gerakan elips frekuensi tinggi? Setiap jenis mendorong perilaku dan stratifikasi partikel yang berbeda.
Tipe Dek & Area Terbuka: Dek wire mesh mungkin memiliki a 50% daerah terbuka, sementara panel poliuretan mungkin hanya memilikinya 25% untuk ukuran aperture yang sama karena dinding anyaman lebih tebal. Persentase area terbuka yang lebih tinggi akan meningkatkan kapasitas.
Kecenderungan Layar: Layar yang lebih curam memindahkan material lebih cepat namun mengurangi waktu retensi di dek, yang dapat merusak efisiensi untuk pemisahan yang sulit.

3. Proses Perhitungan Langkah demi Langkah

1. Tentukan Tujuan Anda: Tentukan laju umpan yang Anda inginkan (Q), ukuran pemisahan target Anda (yang memberi Anda ukuran aperture Anda), dan efisiensi penyaringan yang Anda perlukan (MISALNYA., 95%).klakulasi area layar bergetar

2. Kumpulkan Data Material: Lakukan analisis saringan pada bahan pakan Anda untuk menentukan distribusi ukuran yang tepat (% kebesaran, % barang bermutu lumayan). Ketahui kepadatan curah dan karakteristiknya seperti kadar air dan bentuk partikel.

3. Konsultasikan Tabel Kapasitas: Gunakan grafik pabrikan terkemuka untuk mengetahui Kapasitas Dasar Anda (C) berdasarkan ukuran aperture Anda.

4. Pilih Faktor Koreksi: Berdasarkan analisis material Anda dari Step 2, pilih nilai yang sesuai untuk F, M, L (jika berlaku), P, dan O dari tabel teknik standar yang disediakan oleh vendor seperti Metso, Terex, atau Sandvik.klakulasi area layar bergetar

5. Lakukan Perhitungan: Masukkan semua nilai Anda ke dalam rumus.
Contoh:
Tingkat Umpan yang Diinginkan (Q) = 300 TPH
Kapasitas Dasar (C) dari grafik = 2.5 TPH/kaki²
Faktor Terpilih: F = 0,9 , M = 0

Kaitkan Berita
Ada apa
Kontak
ATAS