penjelasan penambangan dan penggalian di srilanka
Penambangan dan Penggalian di Sri Lanka: Sebuah Ikhtisar
Sri Lanka, negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, memiliki sejarah panjang dalam aktivitas pertambangan dan penggalian. Industri-industri ini memainkan peran penting dalam perekonomian negara, menyediakan bahan baku untuk konstruksi, manufaktur, dan ekspor. Namun, mereka juga menimbulkan tantangan lingkungan dan sosial yang memerlukan pengelolaan yang cermat.
Mineral dan Sumber Daya Utama
Sri Lanka diberkahi dengan beragam sumber daya mineral, termasuk:
1. Grafit – Sri Lanka adalah salah satu produsen grafit urat berkualitas tinggi terkemuka di dunia, digunakan pada baterai, pelumas, dan aplikasi industri.
2. Permata – Negara ini terkenal dengan batu berharga seperti safir, rubi, dan mata kucing, ditambang terutama di Ratnapura ("Kota Permata") dan sekitarnya.
3. Ilmenit & Rutile – Digunakan dalam produksi titanium, mineral ini diekstraksi dari pasir pantai di sepanjang wilayah pesisir.
4. batu kapur & Tanah Liat – Penting untuk produksi semen dan bahan konstruksi.
5. Pasir Silika – Digunakan dalam pembuatan kaca dan pengecoran logam.
Metode Penambangan
- Penambangan Terbuka: Umumnya digunakan untuk mengekstraksi batu kapur, tanah liat, dan pasir silika.
- Penambangan Bawah Tanah: Digunakan untuk ekstraksi grafit karena endapannya yang seperti urat.
- Penambangan Aluvial: Digunakan untuk pemulihan batu permata dari dasar sungai dan endapan sedimen..jpg)
Kegiatan Penambangan
Penggalian berfokus terutama pada ekstraksi bahan konstruksi seperti:
- granit
- pasir
- kerikil
Bahan-bahan ini mendukung pembangunan infrastruktur yang berkembang pesat di Sri Lanka namun seringkali menyebabkan degradasi lahan jika tidak diatur dengan baik.
Kontribusi Ekonomi
- Menyediakan lapangan kerja bagi ribuan orang di daerah pedesaan.
- Berkontribusi pada pendapatan ekspor (terutama permata dan grafit).
- Memasok bahan mentah untuk industri lokal seperti pembuatan semen.
Lingkungan & Kekhawatiran Sosial
1. Deforestasi & Hilangnya Habitat: Penambangan mengganggu ekosistem dan mengancam keanekaragaman hayati.
2. Erosi Tanah & Polusi Air: Pembuangan limbah yang tidak tepat mencemari sungai dan air tanah.
3. Konflik Pertanahan: Perselisihan timbul antara perusahaan pertambangan dan masyarakat lokal mengenai hak atas tanah.
4. Bahaya Keamanan: Penambang skala kecil seringkali bekerja tanpa tindakan keselamatan yang memadai.
peraturan & Upaya Keberlanjutan
Pemerintah Sri Lanka mengatur pertambangan melalui:
- *Survei Geologi & Biro Pertambangan (GSMB)* – Mengawasi perizinan dan kepatuhan lingkungan.
- *Nasional
