pentingnya batu kapur bagi industri batubara
Pentingnya Batu Kapur dalam Industri Batubara
Batu kapur memainkan peran penting dalam industri batubara, terutama karena sifat kimianya dan keserbagunaannya dalam aplikasi lingkungan dan industri. Di bawah ini adalah kontribusi utama batu kapur terhadap proses yang berhubungan dengan batubara: 
1. Desulfurisasi Gas Buang (FGD) – Mengurangi Emisi
Salah satu kegunaan batu kapur yang paling signifikan dalam industri batubara adalah Desulfurisasi Gas Buang (FGD) Sistem, yang membantu mengendalikan sulfur dioksida (JADI₂) emisi dari pembangkit listrik tenaga batu bara.
- Cara Kerjanya: batu kapur (kalsium karbonat, CaCO₃) dihancurkan dan dicampur dengan air hingga membentuk bubur, yang kemudian disemprotkan ke gas buang.
- Reaksi kimia: Bubur bereaksi dengan SO₂ membentuk kalsium sulfit (KASUS₃), yang selanjutnya dapat dioksidasi menjadi gipsum (CaSO₄·2H₂O), produk sampingan yang berguna untuk bahan konstruksi.
- Manfaat lingkungan: Proses ini mengurangi emisi penyebab hujan asam, membantu pembangkit listrik mematuhi peraturan kualitas udara seperti Clean Air Act.
2. Keamanan Tambang – Mencegah Ledakan Debu Batubara
Bubuk batu kapur banyak digunakan di tambang batu bara sebagai bahan debu batu untuk mengurangi risiko ledakan. .jpg)
- Mekanisme: Debu batubara sangat mudah terbakar, tetapi mencampurkannya dengan batu kapur yang digiling halus akan mengencerkan partikel yang mudah terbakar dan menekan penyalaan.
- Persyaratan peraturan: Setidaknya banyak undang-undang keselamatan pertambangan yang mengamanatkan hal tersebut 80% dari bahan inert (seperti debu batu kapur) harus ada di saluran udara tambang untuk mencegah ledakan.
3. Netralisasi Tanah – Reklamasi Lokasi Pertambangan
Penambangan batubara seringkali menyebabkan limpasan asam akibat oksidasi mineral sulfida (Drainase Asam Tambang, AMD). Batu kapur membantu merehabilitasi situs-situs ini dengan menetralkan keasaman:
- Aplikasi: Batu kapur yang dihancurkan disebarkan ke lahan yang terganggu atau ditambahkan ke sistem pengolahan air untuk meningkatkan tingkat pH.
- Keuntungan: Hal ini mengurangi pencucian logam beracun dan mengembalikan kesuburan tanah untuk pertumbuhan kembali vegetasi pasca penambangan.
4. Formasi Terak & Pendukung Produksi Baja
Sedangkan pembakaran batubara tidak langsung menjadi bagiannya, batu kapur membantu penggunaan batubara metalurgi dalam pembuatan baja:
- Di tanur tinggi, batu kapur bertindak sebagai agen fluks, menghilangkan kotoran (seperti silika) dari bijih besi dengan membentuk terak—produk limbah yang mengapung di atas logam cair agar mudah dihilangkan.
Kesimpulan
Pentingnya batu kapur dalam
